Langsung ke konten utama

Truk Tambang Langgar Jam Operasional, Seorang Perempuan di Jayanti Tewas Tertabrak

 


Jayanti, Tangerang — Malam ini terjadi kecelakaan tragis di Jalan Raya Serang KM 32, Desa Jayanti. Seorang perempuan dilaporkan tewas seketika setelah ditabrak truk tanah yang diduga melintas di luar jam operasional. Warga setempat menilai insiden ini terjadi karena sopir maupun perusahaan angkutan mengabaikan aturan operasional kendaraan berat yang sudah ditetapkan pemerintah.


Menurut keterangan warga, korban yang saat itu sedang berjalan atau menyeberang tiba-tiba dihantam truk tanah yang melaju cukup kencang. Benturan keras membuat korban meninggal di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan.


Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut mengaku geram. Mereka menilai pelanggaran jam operasional truk tanah semakin sering terjadi dan membahayakan keselamatan warga sekitar.


Peristiwa ini terjadi meski sudah ada regulasi tegas, seperti Perbup Tangerang Nomor 12 Tahun 2022, yang mengatur bahwa truk pengangkut tanah, pasir, dan batu hanya boleh beroperasi pada pukul 22.00–05.00 WIB.


Aturan tersebut bahkan diperkuat dengan diterbitkannya Kepgub Banten Nomor 567 Tahun 2025, yang menetapkan pembatasan jam operasional bagi seluruh kendaraan tambang di wilayah Provinsi Banten.


Namun kenyataan di lapangan menunjukkan pelanggaran masih kerap terjadi. Operasi gabungan dari Dishub Tangerang, Polri, dan TNI pun beberapa kali berhasil mengamankan sejumlah truk yang tetap melintas di luar jadwal.


Warga berharap kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar penegakan aturan tidak hanya bersifat seremonial. Mereka menuntut pengawasan yang lebih ketat dan sanksi tegas bagi setiap pelanggar agar tidak ada lagi korban jiwa di kemudian hari.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas sopir, penetapan tersangka, maupun tindakan hukum terhadap pihak perusahaan angkutan yang terlibat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Total PSSI, 200 Ultras Garuda Indonesia Siap Gelar Aksi di GBK Arena

  Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda, dikabarkan akan menggelar aksi damai di Kantor PSSI, yang berlokasi di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap revolusi total dalam tubuh PSSI, usai gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perwakilan Ultras Garuda telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan lima tuntutan penting kepada federasi sepak bola nasional tersebut. Kelima tuntutan tersebut meliputi: 1. Manajemen timnas yang profesional. 2. Road map PSSI yang jelas. 3. Proses rekrutmen pelatih yang transparan dan profesional. 4. Pembinaan usia dini yang konsisten dan terintegrasi. 5. Keterlibatan serta peran aktif suporter. Namun, selama lima hari pasca pertemuan tersebut, tidak ada respons konkret dari PSSI. Karena itu, Ultras Garuda mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan dan menyuarakan aspir...

Bisakah Sepakbola Jadi Jalan Menuju Panggung Politik?

Opini Admin One News Di Indonesia, sepakbola bukan hanya olahraga  tapi juga alat sosial dan politik yang sering dimanfaatkan untuk menarik simpati publik. Namun, apakah popularitas di dunia sepakbola benar-benar bisa memenangkan pertarungan politik? Kekalahan timnas Indonesia dari Irak dan Arab Saudi pada Oktober lalu menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepakbola nasional. Publik yang sempat menaruh harapan besar terhadap peluang Garuda menuju Piala Dunia 2026 kini harus menelan kenyataan pahit. Imbasnya, nama Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, ikut terseret. Ia dinilai gagal menjaga stabilitas timnas usai memecat pelatih yang sangat dicintai publik, Shin Tae-yong, dan menggantikannya dengan legenda Belanda, Patrick Kluivert, yang masih diragukan kemampuannya. Padahal sebelum kekalahan tersebut, pamor Erick Thohir diprediksi bisa melonjak pesat bila timnas Indonesia mampu tampil gemilang. Banyak pengamat menilai, langkah mengganti...

Banjir Berulang di Kampung Babakan, Warga Kembali Jadi Korban Luapan Sungai Cidurian

OneNews-id – Banjir kembali merendam Kampung Babakan, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Ironisnya, bencana ini terjadi hanya tiga hari setelah air sempat surut, namun kini datang dengan kondisi yang lebih parah hingga masuk ke rumah-rumah warga. Luapan Sungai Cidurian yang kembali terjadi menunjukkan belum adanya solusi nyata terhadap persoalan banjir yang terus berulang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari memang menjadi pemicu, namun ketidakmampuan sungai menampung debit air seolah menjadi masalah lama yang dibiarkan. Warga kembali menanggung dampak terparah. Aktivitas lumpuh, rumah terendam, dan kekhawatiran terus menghantui setiap kali hujan turun. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius soal upaya pencegahan dan penanganan banjir di wilayah tersebut. Hingga kini, banjir di Kampung Babakan masih menjadi siklus tahunan tanpa kepastian solusi jangka panjang, sementara warga hanya bisa berharap air segera surut dan perhatian nyata dari p...