Langsung ke konten utama

Skenario Timnas Indonesia U-17 Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2025, Masih Ada Harapan!

Harapan Timnas Indonesia U-17 untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025 memang semakin tipis, tapi belum sepenuhnya tertutup.

Dua kekalahan beruntun 1-3 dari Zambia dan 0-4 dari Brasil membuat langkah Garuda Muda kini berada di ujung tanduk.



Skuad asuhan Nova Arianto kini hanya punya satu kesempatan terakhir saat menghadapi Honduras pada laga pamungkas Grup H. Laga ini akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa menjaga asa atau harus angkat koper lebih cepat dari turnamen.


Peluang Tipis, Tapi Masih Ada Skenario


Dengan dua kekalahan, Indonesia saat ini belum mengoleksi satu pun poin dan memiliki selisih gol -6. Meski begitu, secara matematis peluang untuk lolos ke babak 32 besar masih ada meski sangat bergantung pada hasil di grup lain.


Berikut kemungkinan yang bisa terjadi:


1. Indonesia wajib menang besar atas Honduras.

Tiga poin menjadi harga mati. Semakin besar selisih gol yang dibuat, semakin besar pula peluang bersaing sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.


2. Hasil di grup lain harus menguntungkan.

Indonesia butuh “bantuan” dari grup lain, yakni beberapa tim peringkat ketiga juga memiliki poin rendah atau selisih gol buruk.



3. Faktor fair play dan produktivitas gol bisa jadi penentu.

Jika ada kesamaan poin dan selisih gol, jumlah kartu dan total gol bisa menjadi pembeda posisi.


Nova Arianto: “Kami Akan Berjuang Sampai Akhir”



Pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa timnya belum menyerah meski dua kali kalah. Ia menilai pemain sudah belajar banyak dari dua laga sebelumnya, terutama dalam hal kedisiplinan bertahan dan transisi menyerang.


“Kami tahu peluang tipis, tapi anak-anak masih punya semangat. Lawan Honduras nanti, kami akan tampil habis-habisan,” ujar Nova dalam konferensi pers usai laga melawan Brasil.


Dukungan Penuh untuk Garuda Muda


Dukungan dari para suporter tetap dibutuhkan agar para pemain muda ini bisa tampil tanpa beban dan memberikan performa terbaik di laga terakhir.

Apa pun hasilnya, pengalaman di Piala Dunia U-17 2025 akan menjadi modal berharga bagi perkembangan generasi muda sepak bola Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Total PSSI, 200 Ultras Garuda Indonesia Siap Gelar Aksi di GBK Arena

  Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda, dikabarkan akan menggelar aksi damai di Kantor PSSI, yang berlokasi di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap revolusi total dalam tubuh PSSI, usai gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perwakilan Ultras Garuda telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan lima tuntutan penting kepada federasi sepak bola nasional tersebut. Kelima tuntutan tersebut meliputi: 1. Manajemen timnas yang profesional. 2. Road map PSSI yang jelas. 3. Proses rekrutmen pelatih yang transparan dan profesional. 4. Pembinaan usia dini yang konsisten dan terintegrasi. 5. Keterlibatan serta peran aktif suporter. Namun, selama lima hari pasca pertemuan tersebut, tidak ada respons konkret dari PSSI. Karena itu, Ultras Garuda mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan dan menyuarakan aspir...

Bisakah Sepakbola Jadi Jalan Menuju Panggung Politik?

Opini Admin One News Di Indonesia, sepakbola bukan hanya olahraga  tapi juga alat sosial dan politik yang sering dimanfaatkan untuk menarik simpati publik. Namun, apakah popularitas di dunia sepakbola benar-benar bisa memenangkan pertarungan politik? Kekalahan timnas Indonesia dari Irak dan Arab Saudi pada Oktober lalu menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepakbola nasional. Publik yang sempat menaruh harapan besar terhadap peluang Garuda menuju Piala Dunia 2026 kini harus menelan kenyataan pahit. Imbasnya, nama Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, ikut terseret. Ia dinilai gagal menjaga stabilitas timnas usai memecat pelatih yang sangat dicintai publik, Shin Tae-yong, dan menggantikannya dengan legenda Belanda, Patrick Kluivert, yang masih diragukan kemampuannya. Padahal sebelum kekalahan tersebut, pamor Erick Thohir diprediksi bisa melonjak pesat bila timnas Indonesia mampu tampil gemilang. Banyak pengamat menilai, langkah mengganti...

Banjir Berulang di Kampung Babakan, Warga Kembali Jadi Korban Luapan Sungai Cidurian

OneNews-id – Banjir kembali merendam Kampung Babakan, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Ironisnya, bencana ini terjadi hanya tiga hari setelah air sempat surut, namun kini datang dengan kondisi yang lebih parah hingga masuk ke rumah-rumah warga. Luapan Sungai Cidurian yang kembali terjadi menunjukkan belum adanya solusi nyata terhadap persoalan banjir yang terus berulang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari memang menjadi pemicu, namun ketidakmampuan sungai menampung debit air seolah menjadi masalah lama yang dibiarkan. Warga kembali menanggung dampak terparah. Aktivitas lumpuh, rumah terendam, dan kekhawatiran terus menghantui setiap kali hujan turun. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius soal upaya pencegahan dan penanganan banjir di wilayah tersebut. Hingga kini, banjir di Kampung Babakan masih menjadi siklus tahunan tanpa kepastian solusi jangka panjang, sementara warga hanya bisa berharap air segera surut dan perhatian nyata dari p...