Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia

Media Belanda Sebut Belum Ada Pendekatan dari PSSI ke Giovanni van Bronckhorst

OneNews-Id - Rumor Giovanni van Bronckhorst sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia kembali mendapat sorotan setelah laporan dari media Belanda menyebut bahwa hingga saat ini belum ada pendekatan resmi dari PSSI. Voetbal Primeur melaporkan bahwa “orang dekat” mantan pelatih Feyenoord dan Rangers FC tersebut menegaskan tidak ada komunikasi langsung yang terjadi antara PSSI dengan van Bronckhorst. Padahal, nama pria berdarah Maluku itu sempat ramai dibicarakan sebagai salah satu calon kuat untuk menggantikan posisi pelatih sebelumnya. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa belum diketahui bagaimana sikap van Bronckhorst apabila benar-benar menerima tawaran dari Indonesia. Saat ini ia masih menjadi bagian dari staf pelatih Liverpool FC, sehingga keputusan untuk meninggalkan posisinya bukan hal yang sederhana. Di sisi lain, PSSI sampai sekarang belum memberikan pernyataan resmi terkait kandidat pelatih baru. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut proses seleksi masih berlangsung dan nama...

Revolusi Total PSSI, 200 Ultras Garuda Indonesia Siap Gelar Aksi di GBK Arena

  Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda, dikabarkan akan menggelar aksi damai di Kantor PSSI, yang berlokasi di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap revolusi total dalam tubuh PSSI, usai gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perwakilan Ultras Garuda telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan lima tuntutan penting kepada federasi sepak bola nasional tersebut. Kelima tuntutan tersebut meliputi: 1. Manajemen timnas yang profesional. 2. Road map PSSI yang jelas. 3. Proses rekrutmen pelatih yang transparan dan profesional. 4. Pembinaan usia dini yang konsisten dan terintegrasi. 5. Keterlibatan serta peran aktif suporter. Namun, selama lima hari pasca pertemuan tersebut, tidak ada respons konkret dari PSSI. Karena itu, Ultras Garuda mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan dan menyuarakan aspir...

Skenario Timnas Indonesia U-17 Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2025, Masih Ada Harapan!

Harapan Timnas Indonesia U-17 untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia U-17 2025 memang semakin tipis, tapi belum sepenuhnya tertutup. Dua kekalahan beruntun 1-3 dari Zambia dan 0-4 dari Brasil membuat langkah Garuda Muda kini berada di ujung tanduk. Skuad asuhan Nova Arianto kini hanya punya satu kesempatan terakhir saat menghadapi Honduras pada laga pamungkas Grup H. Laga ini akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa menjaga asa atau harus angkat koper lebih cepat dari turnamen. Peluang Tipis, Tapi Masih Ada Skenario Dengan dua kekalahan, Indonesia saat ini belum mengoleksi satu pun poin dan memiliki selisih gol -6. Meski begitu, secara matematis peluang untuk lolos ke babak 32 besar masih ada meski sangat bergantung pada hasil di grup lain. Berikut kemungkinan yang bisa terjadi: 1. Indonesia wajib menang besar atas Honduras. Tiga poin menjadi harga mati. Semakin besar selisih gol yang dibuat, semakin besar pula peluang bersaing sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. 2. H...

FIFA Jatuhkan Sanksi Denda Rp 1 Miliar ke PSSI, Dua Pemain Timnas Ikut Terkena Hukuman

  Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI sebesar 50.000 franc Swiss atau sekitar Rp 1 miliar. Hukuman tersebut diberikan buntut dari insiden pelemparan botol dan gelas plastik oleh suporter saat laga Timnas Indonesia vs Irak di Jeddah pada 12 Oktober 2025 lalu. Dalam laporan resmi FIFA, tindakan suporter dianggap melanggar Pasal 17 ayat 2b Regulasi Disiplin FIFA yang mengatur tentang keamanan dan ketertiban pertandingan. Akibatnya, PSSI diwajibkan membayar denda dan diminta memastikan kejadian serupa tidak terulang pada laga berikutnya. Tidak hanya federasi, dua pemain Timnas Indonesia yakni Thom Haye dan Shayne Pattynama juga dijatuhi sanksi disiplin. Keduanya dikenai denda masing-masing sebesar 5.000 CHF (sekitar Rp 103 juta) dan larangan bermain dalam empat pertandingan internasional. Menurut laporan yang dirilis FIFA, hukuman tersebut diberikan akibat perilaku tidak sportif terhadap ofisial pertandingan. Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi PS...

Erick Thohir Menolak Mundur Dari Jabatan Ketua Umum PSSI Meski Menghadapi Tekanan Dari Publik

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya meski belakangan muncul banyak desakan dari publik setelah hasil buruk yang dialami Timnas Indonesia. Dalam keterangannya, Erick menilai posisinya sebagai Ketum PSSI adalah amanah dari para pemilih (voters) yang terdiri dari klub-klub sepak bola di seluruh Indonesia, sekaligus kepercayaan dari FIFA untuk menjalankan transformasi sepak bola nasional. “Saya terpilih lewat voters dari daerah, dari klub-klub. Saya juga mendapat amanah dari FIFA untuk melakukan transformasi sepak bola Indonesia,” ujar Erick. Erick juga menegaskan bahwa dirinya akan menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2027, sesuai dengan periode kepengurusan PSSI saat ini. “Saya tetap bekerja sampai 2027. Selama itu, kita akan terus berbenah,” tambahnya. Meski begitu, Erick mengaku terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik. Menurutnya, masukan dan evaluasi sangat penting agar federasi bisa terus memperbaiki kinerjanya. “Kritik itu perlu....