Langsung ke konten utama

Hasil Timnas Putri Indonesia vs China Taipei 0-5: Garuda Pertiwi Dapat Pelajaran Penting Jelang SEA Games 2025


 

OneNews-Id-Timnas Putri Indonesia harus mengakui keunggulan China Taipei setelah menelan kekalahan 0-5 dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu malam (29/11). Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Claudia Scheunemann dan kawan-kawan sebelum tampil di SEA Games 2025 di Thailand.


Dalam pertandingan tersebut, China Taipei—yang dikenal dengan julukan Mulan—menunjukkan efektivitas permainan yang jauh lebih matang. Lima gol Taipei dicetak oleh Isabelle Nottet (35’), Pu Hsin-hui (43’), Gea Yumanda (70’), Chen Yu-chin (76’), dan Hsu Yi-yun (88’) melalui tendangan jarak jauh.


Uji coba ini menjadi kesempatan bagi pelatih interim Akira Higashiyama untuk menilai kekuatan skuad. Ia memberi debut pada dua pemain baru, Isabelle Nottet dan Isabel Kopp, serta mencoba Katarina Stalin sebagai bek tengah untuk pertama kalinya sepanjang kariernya di timnas kelompok umur manapun.


Namun eksperimen tersebut membuat struktur permainan Indonesia belum sepenuhnya solid. Gaya bermain terbuka yang diterapkan Indonesia justru memberi ruang bagi Taipei, yang unggul dalam kualitas serta kekompakan, untuk melakukan serangan balik berbahaya dan menghasilkan beberapa gol.


Meskipun Indonesia juga sempat memiliki peluang dari serangan balik, penyelesaian akhir dan akurasi umpan menjadi kendala besar. Taipei membukukan 79% akurasi umpan, sementara Indonesia hanya 71%. Padahal, dari segi intersep, kedua tim relatif seimbang (33 untuk Taiwan dan 34 untuk Indonesia).


Statistik Pertandingan Indonesia vs China Taipei


Skor: 0 – 5

Total tembakan: Indonesia 5 – Taipei 11

Tembakan akurat: Indonesia 2 – Taipei 8

Akurasi umpan: Indonesia 71% – Taipei 79%

Penguasaan bola: Indonesia 46% – Taipei 54%

Tekel: Indonesia 17 – Taipei 19

Intersep: Indonesia 34 – Taipei 33

Sapuan: Indonesia 14 – Taipei 10


Selepas laga ini, Higashiyama akan menetapkan 23 nama final yang akan dibawa ke Bangkok untuk SEA Games edisi ke-33. Dari total 36 pemain yang dipanggil untuk dua FIFA Matchday bulan ini, sebanyak 13 pemain akan dicoret.


Setelah kemenangan 2-1 atas Nepal dan kekalahan 0-5 dari Taipei, menarik untuk ditunggu siapa saja yang akan dipilih untuk memperkuat Garuda Pertiwi di ajang terbesar Asia Tenggara tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Total PSSI, 200 Ultras Garuda Indonesia Siap Gelar Aksi di GBK Arena

  Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda, dikabarkan akan menggelar aksi damai di Kantor PSSI, yang berlokasi di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap revolusi total dalam tubuh PSSI, usai gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perwakilan Ultras Garuda telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan lima tuntutan penting kepada federasi sepak bola nasional tersebut. Kelima tuntutan tersebut meliputi: 1. Manajemen timnas yang profesional. 2. Road map PSSI yang jelas. 3. Proses rekrutmen pelatih yang transparan dan profesional. 4. Pembinaan usia dini yang konsisten dan terintegrasi. 5. Keterlibatan serta peran aktif suporter. Namun, selama lima hari pasca pertemuan tersebut, tidak ada respons konkret dari PSSI. Karena itu, Ultras Garuda mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan dan menyuarakan aspir...

Bisakah Sepakbola Jadi Jalan Menuju Panggung Politik?

Opini Admin One News Di Indonesia, sepakbola bukan hanya olahraga  tapi juga alat sosial dan politik yang sering dimanfaatkan untuk menarik simpati publik. Namun, apakah popularitas di dunia sepakbola benar-benar bisa memenangkan pertarungan politik? Kekalahan timnas Indonesia dari Irak dan Arab Saudi pada Oktober lalu menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepakbola nasional. Publik yang sempat menaruh harapan besar terhadap peluang Garuda menuju Piala Dunia 2026 kini harus menelan kenyataan pahit. Imbasnya, nama Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, ikut terseret. Ia dinilai gagal menjaga stabilitas timnas usai memecat pelatih yang sangat dicintai publik, Shin Tae-yong, dan menggantikannya dengan legenda Belanda, Patrick Kluivert, yang masih diragukan kemampuannya. Padahal sebelum kekalahan tersebut, pamor Erick Thohir diprediksi bisa melonjak pesat bila timnas Indonesia mampu tampil gemilang. Banyak pengamat menilai, langkah mengganti...

Banjir Berulang di Kampung Babakan, Warga Kembali Jadi Korban Luapan Sungai Cidurian

OneNews-id – Banjir kembali merendam Kampung Babakan, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Ironisnya, bencana ini terjadi hanya tiga hari setelah air sempat surut, namun kini datang dengan kondisi yang lebih parah hingga masuk ke rumah-rumah warga. Luapan Sungai Cidurian yang kembali terjadi menunjukkan belum adanya solusi nyata terhadap persoalan banjir yang terus berulang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari memang menjadi pemicu, namun ketidakmampuan sungai menampung debit air seolah menjadi masalah lama yang dibiarkan. Warga kembali menanggung dampak terparah. Aktivitas lumpuh, rumah terendam, dan kekhawatiran terus menghantui setiap kali hujan turun. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius soal upaya pencegahan dan penanganan banjir di wilayah tersebut. Hingga kini, banjir di Kampung Babakan masih menjadi siklus tahunan tanpa kepastian solusi jangka panjang, sementara warga hanya bisa berharap air segera surut dan perhatian nyata dari p...