Langsung ke konten utama

2 Pemain Muda PSS Sleman Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-18, Buah Pembinaan Akademi



 

OneNews-Id, Sleman — Dua pemain muda PSS Sleman kembali menarik perhatian setelah mendapat panggilan resmi untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-18. Mereka adalah Abiyyu Barikli dan Hendri Adi Sulistiono, dua nama yang tampil menonjol bersama PSS di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim lalu.


Seleksi Timnas U-18 dijadwalkan berlangsung pada 2–5 Desember 2025 di Garudayaksa Football Academy, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemanggilan ini menjadi kesempatan penting bagi keduanya untuk menunjukkan kualitas dan membuka peluang menembus skuad tim nasional kelompok usia.


Manajemen PSS Sleman menyambut positif kabar ini. Menurut pihak klub, pemanggilan Abiyyu dan Hendri menjadi bukti bahwa program pembinaan usia muda di tim Super Elang Jawa berjalan ke arah yang tepat. Performa konsisten mereka selama mengikuti EPA dinilai telah memberikan kontribusi besar hingga akhirnya mendapatkan perhatian dari pelatih Timnas Indonesia U-18.


Pemanggilan pemain muda ke Timnas bukanlah hal baru bagi akademi PSS Sleman. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah talenta binaan klub asal Sleman tersebut secara rutin masuk radar tim nasional kelompok usia, menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan terus menunjukkan hasil.


Abiyyu dan Hendri kini tinggal menunggu hasil seleksi yang berlangsung selama empat hari tersebut. Jika mampu memberikan performa terbaik, keduanya berpeluang besar memperkuat Timnas Indonesia U-18 dan melangkah lebih dekat menuju karier profesional di level lebih tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Total PSSI, 200 Ultras Garuda Indonesia Siap Gelar Aksi di GBK Arena

  Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda, dikabarkan akan menggelar aksi damai di Kantor PSSI, yang berlokasi di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap revolusi total dalam tubuh PSSI, usai gagalnya Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, perwakilan Ultras Garuda telah bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan lima tuntutan penting kepada federasi sepak bola nasional tersebut. Kelima tuntutan tersebut meliputi: 1. Manajemen timnas yang profesional. 2. Road map PSSI yang jelas. 3. Proses rekrutmen pelatih yang transparan dan profesional. 4. Pembinaan usia dini yang konsisten dan terintegrasi. 5. Keterlibatan serta peran aktif suporter. Namun, selama lima hari pasca pertemuan tersebut, tidak ada respons konkret dari PSSI. Karena itu, Ultras Garuda mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan dan menyuarakan aspir...

Bisakah Sepakbola Jadi Jalan Menuju Panggung Politik?

Opini Admin One News Di Indonesia, sepakbola bukan hanya olahraga  tapi juga alat sosial dan politik yang sering dimanfaatkan untuk menarik simpati publik. Namun, apakah popularitas di dunia sepakbola benar-benar bisa memenangkan pertarungan politik? Kekalahan timnas Indonesia dari Irak dan Arab Saudi pada Oktober lalu menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepakbola nasional. Publik yang sempat menaruh harapan besar terhadap peluang Garuda menuju Piala Dunia 2026 kini harus menelan kenyataan pahit. Imbasnya, nama Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, ikut terseret. Ia dinilai gagal menjaga stabilitas timnas usai memecat pelatih yang sangat dicintai publik, Shin Tae-yong, dan menggantikannya dengan legenda Belanda, Patrick Kluivert, yang masih diragukan kemampuannya. Padahal sebelum kekalahan tersebut, pamor Erick Thohir diprediksi bisa melonjak pesat bila timnas Indonesia mampu tampil gemilang. Banyak pengamat menilai, langkah mengganti...

Banjir Berulang di Kampung Babakan, Warga Kembali Jadi Korban Luapan Sungai Cidurian

OneNews-id – Banjir kembali merendam Kampung Babakan, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Ironisnya, bencana ini terjadi hanya tiga hari setelah air sempat surut, namun kini datang dengan kondisi yang lebih parah hingga masuk ke rumah-rumah warga. Luapan Sungai Cidurian yang kembali terjadi menunjukkan belum adanya solusi nyata terhadap persoalan banjir yang terus berulang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari memang menjadi pemicu, namun ketidakmampuan sungai menampung debit air seolah menjadi masalah lama yang dibiarkan. Warga kembali menanggung dampak terparah. Aktivitas lumpuh, rumah terendam, dan kekhawatiran terus menghantui setiap kali hujan turun. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius soal upaya pencegahan dan penanganan banjir di wilayah tersebut. Hingga kini, banjir di Kampung Babakan masih menjadi siklus tahunan tanpa kepastian solusi jangka panjang, sementara warga hanya bisa berharap air segera surut dan perhatian nyata dari p...